Cacing tubifex termasuk kelompok Nematoda, tubuhnya
beruas-ruas, cacing ini memiliki saluran pencernaan, mulutnya berupa celah
kecil, terletak di daerah terminal. Saluran pencernaannya berujung pada anus
yang terletak di bagian sup terminal (Pennak, 1978). Di dalam budidaya perairan
secara umum Tubifex sp. sering kali
disebut cacing rambut atau cacing sutra
karena bentuk dan ukurannya seperti rambut. Panjang tubuh dari dari Tubifex ini antara 10–30 mm berwarna
merah coklat kekuningan terdiri dari 30–60 segmen. Dinding tebal yang terdiri
dari dua lapis otot yang membujur dan melingkar sepanjang tubuhnya. Dari setiap
segmen bagian punggung dan perut keluar setae dan ujung seta bercabang dua
tanpa rambut.
Pennak, R. W. 1978. Freswhere Invertebrates Of The United States. A Wilwy Intescience Publication. John Willey And Sons. New York.
Klasifikasi dari Tubifex
sp. menurut Gusrina (2008):
kingdom : Animalia
Phylum : Annelida
Kelas : Oligochaeta
Ordo : Haplotonida
Famili : Tubificidae
Genus : Tubifex
Spesies : Tubifex
sp.
Pennak, R. W. 1978. Freswhere Invertebrates Of The United States. A Wilwy Intescience Publication. John Willey And Sons. New York.
Perairan yang banyak dihuni Tubifex sp. sepintas tampak seperti
koloni lumut merah yang melambai-lambai dalam air kemudian bergerak dan
berputar-putar. Dasar perairan yang disukai adalah berlumpur dan mengandung
bahan organik, cacing ini membenamkan diri kepalanya dalam lumpur untuk mencari
makan. Sementara ekornya akan disembulkan di atas permukaan dasar untuk bernafas.
Cacing Tubifex banyak hidup di perairan tawar yang airnya jernih dan mengalir.
Media tumbuh yang baik bagi cacing rambut ini adalah perairan yang banyak mengandung
bahan organik dan air mengalir (Yurisman dan Sukendi, 2004).
Yurisman., dan Sukendi. 2004.
Biologi Dan Kultur Pakan Alami. UNRI Press. Pekanbaru
Tubifex sp. adalah
organisme hermaprodit. Pada satu individu organisme ini terdapat 2 alat kelamin
dan berkembangbiak dengan cara bertelur dari betina yang telah matang telur.
Hasil perkembangbiakannya berupa telur yang dihasilkan oleh cacing yang telah
mengalami kematangan sex kelamin betinanya. Telur ini selanjutnya dibuahi oleh
kelamin jantan telah matang (Yurisman dan Sukendi,2004).Reproduksi Tubifex sp. terjadi secara seksual
antara dua individu seperti pada cacing tanah (Pennak, 1978). Telur dibuahi
dalam suatu kantong yang disebut kokon dan tiap kokon terdapat 4 sampai 5
telur. Kokon berbentuk oval dengan panjang 1,0 mm dan diameter 0,7 mm Perkembangan embrio mulai dari telur hingga
menjadi cacing muda membutuhkan sekitar 10-12 hari pada suhu 24 0C. Siklus hidup
mulai dari penetasan hingga dewasa dan meletakkan kokonnya yang pertama
membutuhkan waktu 40-45 hari, sehingga siklus hidup dari telur menetas hingga
menjadi dewasa dan bertelur lagi membutuhkan waktu 50-57 hari (Kosiorek, 1974).
Kosiorek, D. 1974. Development Cycle Of Tubifex Tubifex
Muller In Experimental Culture. Pol. Arch. Hidrobiol. 21 (3/4) : 411-422
Pennak, R. W. 1978. Freswhere Invertebrates Of The United States. A Wilwy Intescience Publication. John Willey And Sons. New York.
Yurisman., dan Sukendi. 2004.
Biologi Dan Kultur Pakan Alami. UNRI Press. Pekanbaru
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Tubifex
sp. adalah pemupukan.
Pemupukan dalam kultur
Tubifex sp.
bertujuan untuk menambah sumber
makanan baru pada media pemeliharaan Tubifex
sp. Pemberian pupuk tambahan yang
berbeda baik frekuensi maupun jumlah setiap pemberian pupuk secara langsung
akan mempengaruhi bahan
organik dalam media.
Tingginya bahan organik dalam
media akan meningkatkan jumlah
bakteri dan partikel organik hasil
dekomposisi oleh bakteri
sehingga dapat meningkatkan
jumlah bahan makanan pada media
yang dapat mempengaruhi populasi dan biomassacacing (Syarip, 1988).Selain itu,
frekuensi pemupukan dapat
mempengaruhi kandungan ammonia karena pemupukan dapat meningkatkan
bahan organik pada media. Danaliran air yang dibuat terlalu besar juga dapat
meningkatkan ammonia akibatdekomposisi serta hilangnya bahan organik penting
pada media pemeliharaan.
Syarip, M. 1988. Pengaruh Frekuensi
Pemberian Pupuk Tambahan Terhadap pertumbahan Tubifex sp. Skripsi Fakultas Perikanan. Institut Pertanian bogor.





